Langsung ke konten utama

Sepinya keramaian

 Hey malam temani aku

Aku sedang sendiri di jalan yang kosong

Di jalan yang kosong


Hey malam tuntun aku

Tunggu aku di sana

Bawalah aku bawalah aku


Hey malam seribu bulan

Di mana bintang yang berpijar

Adakah cerita di sana adalah cerita di sana


Hey hey malam tanpa bintang

Harus ku tetap menanti

Walau akhirnya walau akhirnya


Kau sinari malam malam ku

Teman sepiku dalam khayal

Kini ku sadari sendiri lagi

Ku rasa sepi lagi 

Di mana tempat ku bermimpi

Kini ku harus mencari lagi 

Dan tak tahu ke mana lagi

Di sana mungkin ku akan bermimpi


Sepi sepi uh uh 

Aku sepi

Lagi lagi

Sendiri


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tuhan yang esa

  Seperti Musa di beri hukum taurat Seperti Yesus di beri kabar baik (Injil) Seperti Muhammad di beri pedoman Semua itu ajaran Tuhan yang esa Dia tak berwujud dan tak beranak Dia awal dari segala akhir Maka serahkan jiwamu untuk nya Sesekali ia membiarkan penyelewengan Sebagaimana pilihannya menyampaikan Banyak kepastian dan perumpamaan Jika dirimu penuh dengki Pastilah engkau memungkiri Tiba saatnya engkau terpojok Engkau mengabarkan dirimu adalah dirinya Sungguh aku mengatakan Engkau dalam binasa yang sangat dalam Sebab dirimu memberitakan Seakan itu dari dirinya Penulis dan pencipta Harundwiputra

Senandung malam

 Ohh kasihku apakah kita akan terus seperti ini Mungkinkah kita akan berhenti disini Yang ku tahu kita mulai sejenak Tapi waktu yang kita jaga selamanya Ohh kasihku jalan di depan perlu di tempuh Aku tak ingin sendiri menjalaninya Ataukah kau melihat mata harapku Bisakah kita nikmati suasana ini Ohh jiwaku tentukan satu dari pilihan Kita tak pasti tapi kita yakin Haruskah aku menuju dan menatapmu Semestinya kita hendak berbagi Ohh mimpiku dimana lagi kau sembunyi Sampai aku tak temukan engkau Ku rela menyelami alam bawah sadarku Aku ingin tahu tujuanku di depan sana Ohh daraku mimpimu juga mimpiku Mimpi kita kan bersama siang dan malam Berilah aku setitik arti dari kelamnya duka Agar ku tak tahu arti kebengisan Ohh bungaaku untuk apa lagi ku jelaskan Segalanya memang kan berubah Hidup ini sungguh tak pasti Ada kamu aku bisa Ohhh batinku teruslah bergumam Hingga kau lelah perlahan lahan Terserah kamu terima apa tidak Ku mohon jangan menyakiti diri Ohh pikiranku yang tak menentu Mema...

Syair yang percaya

  Kau tahu kisah adam awal dari bangsa bangsa Kau tahu kisah noah membuat bahtera yang percaya yang selamat Kau tahu kisah ibrahim yang taat dalam melayani pencipta Kau tahu kisah musa dalam membelah laut merah Kau tahu kisah daud mengalahkan goliath yang besar Kau tahu salomo memiliki kerajaan semua makhluk hidup Kau tahu yunus selamat dari terombang ambing di laut lepas selamat 3 hari 3 malam dalam perut paus Kau tahu kisah yesus  menghidupkan orang mati dan menyembuhkan orang buta Kau tahu kisah Muhammad dalam peristiwa isra miraj dan malam seribu bulan Lalu untuk apa engkau ingkar Sebab pendahulumu yang baik Sudah menunjukkan padamu Secara turun temurun Tinggalkan mereka yang mencoba Menasbihkan bahwa ini dari nya Sebab ia adalah pembual Yang begitu menyesaatkan generasi Tapi janganlah kamu meragu Generasi yang tak terpengaruh Akan berjalan dalam keheningan Seraya memuji tuhan yang esa Penulis dan pencipta Harundwiputra